Apakah Istri Harus Mengetahui Semua Persoalan Suami
Catatan ini dikutip dari Tabloid Wisatahati – Edisi 19 Agustus 2010
Judul ini saya tulis pada blogku ini karena banyak sekali manfaatnya buat kita semua, apakah anda seorang wanita yang sudah berkeluarga atau seorang yang belum berkeluarga, karena pada akhirnya anda nanti juga berkeluarga. Demikian pula bagi anda seorang laki-laki apakah semua beban anda harus anda tanggung sendiri tanpa melibatkan seorang istri, padahal beban yang anda tanggung sudah sangat berat sekali.
Dalam sebuah hadits disebutkan, “Ketahuilah, setiap diri dari kalian adalah pemimpin dan akan dimitai pertaggung jawaban atas apa yang dia pimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin dabgi keluarganya dan dia bertanggung jawab atas keluarganya, seorang istri bertanggung jawab atas rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas mereka.” (Muttafaqun’Alaih)
Persoalan-Persoalan Yang Tidak Wajib Diketahui Istri
Persoalan-persoalan khusus suami yang tidak berkaitan dengan urusan rumah tangga, seperti perincian urusan kerja suami dan aktivitas dakwah dan lainnya yang tidak mengganggu dan tidak mengutik ketenangan dan ketentraman rumah tangga, dan tidak mengurangi kewajiban dia dalam memenuhi hak-hak istri, sang istri tidak berkewajiban mengetahui dan mengorek atau mewancarai dengan seabrek pertanyaan kepada suami.
Tidak wajib baginya bagi sang istri mengetahui persoalan-persoalan itu, bukan berarti istri tidak boleh mengetahui sama sekali. Akan tetapi sang suami harus bisa melihat kondisi istrinya, apakah istri bisa membantunya mencarikan solusi atau tidak. Jika bisa, maka tidak ada halangan bagi suami untuk mengajak istri berdiskusi dalam persoalan-persoalan khususnya. Demikian pula sang istri, dia harus bisa memahami kondisi suami yang sedang terhimpit persoalan atau tidak, kemudian berusaha meringankan beban dan persoalan yang sedang menghimpit suami.
Pangkal Malapetaka Rumah Tangga
Telah disebutkan bahwa istri tidak harus mengetahui semua persoalan suami, karena itu jika ada wanita yang selalu mengawasi gerak-gerik suaminya karena ketidakkepercayaannya, maka pernikahan seseorang tidak akan berjalan mulus, bahkan yang muncul adalah kegelisahan, kecurigaan, tidak pernah merasa tenteram, dan sebagainya. Pada akhirnya pasutri akan saling menuduh dan saling menyalahkan, semua terlahir dari sikap berprasangka buruk. Karenanya, salah satu unsur pokok dalam membina rumah tangga adalah rasa saling percaya dan tidak saling berburuk sangka.
Seorang istri harus memahami keinginan pasangan yaitu memenuhi kecenderungan, keiningan, kesenangan pasangan tanpa celaan atau perlawanan terhadap keinginan pasangan, selama dalam koridor syariat. Karena suami terkadang membutuhkan waktu sejenak untuk menyendiri atau sekedar berkumpul dengan teman-temannya. Ini adalah kebutuhan alami setiap laki-laki, tidak ada perbedaan antara satu lelaki dengan yang lainnya, para ahli psikolog menyatakan bahwa seorang suami terkadang lebih mengutamakan berada jauh sementara dari istri, hingga timbul rasa kangen pada istrinya.
Oleh karena itu, wahai para istri, janganlah kamu menjadi penghalang jalan suamimu untuk memenuhi keinginannya dan kesenangannya selama dalam batasan syariat. Jangan kamu belenggu kebebasan suamimu dengan banyak tanya dan wawancara rumit, agar suamimu tidak merasa terbelenggu sehingga benci hidup denganmu, karena seorang suami tidak suka merasa dirinya terbelenggu, tidak suka istrinya selalu ingin bersamanya setiap saat, atau tidak suka kalau istrinya selalu curiga dengan pertanyaan-pertanyaan tiada habisnya. Read more »
Filed under: Program gambas | Tagged: Keluarga sakinah | Leave a Comment »